/15 Destinasi Wisata di Kepulauan Papua yang Wajib Dikunjungi

15 Destinasi Wisata di Kepulauan Papua yang Wajib Dikunjungi

www.workforce3one.org15 Destinasi Wisata di Kepulauan Papua yang Wajib Dikunjungi. Indonesia adalah surga tersembunyi bagi pelancong lokal dan mancanegara. Pantai dan pemandangan pegunungan yang indah di seluruh negeri bukan lagi rahasia. Banyaknya wisatawan mancanegara yang mulai berdatangan di berbagai destinasi wisata lokal kita, yang menyebabkan masyarakat setempat mulai membangun infrastruktur agar wisatawan baru merasa nyaman mengunjungi destinasi wisata tersebut.

Salah satu pesona daerah Indonesia adalah Papua yang telah terbagi menjadi 2 provinsi sejak tahun 2003 yaitu Papua dan Papua Barat. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang tempat wisata di Indonesia yang unik dan menarik, tepatnya tempat wisata di Papua dan Papua Barat tersebut bisa kita temukan.

Baca Juga: 19 Pulau Wisata Terindah Dunia

Papua

Provinsi yang terletak di bagian timur Pulau Papua ini memiliki banyak taman nasional dan berbagai atraksi budaya yang menarik. Papua juga memungkinkan kita melihat tempat-tempat indah di Indonesia tidak hanya di tempat keramaian. Kita bisa merasakan kehidupan penduduk lokal yang masih tradisional, berwisata dan mencoba makanan khas setempat sambil menikmati alam. Berikut beberapa tempat wisata di Papua:

  1. Pulau Biyak

Pulau Biak dan Pulau Numfor merupakan satu kesatuan dari Kabupaten Biak. Pulau yang terletak di Teluk Cendrawasih ini memiliki banyak objek wisata menarik. Di Biak Utara terdapat Desa Amoi yang terkenal dengan keindahan pemandangannya. Selain itu, terdapat pula Museum Zenlatasi yang memiliki banyak koleksi selama Perang Dunia Kedua. Jangan lupa untuk mencoba makanan khas daerah Biak. Singkong Malabong salah satunya.

Cara pengolahan singkong adalah dengan membungkusnya dengan batang pisang kemudian dibakar di atas bara api yang wajib dinikmati kelezatannya. Ada juga Japanese I taro yang bisa dimasak tanpa bumbu dan disajikan dengan ikan laut pedas. Salah satu atraksi Biak adalah Bird Park dan Orchid Garden di Bosnia. Ada bermacam-macam burung dan tumbuhan, dan informasinya berlimpah. Di sekitar kawasan Biak banyak terdapat destinasi wisata yang menarik, seperti Pantai Bosnik dan air terjun Wafsarak yang ada di sekitar pulau Bosnia (Bis).

  1. Pantai Bosnik

Ini adalah pantai yang berjarak sekitar 15 kilometer dari kota Biak. Meski memiliki pemandangan bawah laut yang indah, wisatawan yang ingin snorkeling ingin mewaspadai bahaya wisata air. Bagi para traveller yang tidak ingin snorkeling, bisa bersantai menikmati indahnya pasir putih dan birunya air di Pantai Bosnik.

Karena pemandangannya yang indah dan turis dimana-mana, Anda memang perlu membayar untuk memasuki kawasan pantai. Namun tentu saja pemandangan yang patut dikagumi serta suasana asri dan damai sangat sepadan.

  1. Air terjun Wafsarak

Air terjun ini jauh dari kota Biak, dibutuhkan waktu 2 jam untuk mencapai air terjun dengan mobil atau sepeda motor dari pusat kota, dan air terjun tidak jauh dari pantai. Air terjun ini disebut juga Air Terjun Warsa, walaupun tergolong landai namun tingginya sekitar 10 meter, namun saat memasuki kawasan air terjun ini pemandangan air terjun dan suara air yang menyambut kami sangat tenang.

Dari birunya air terjun dan pemandangan sejuk yang masih alami, terlihat bahwa penduduk setempat memang menjaga kebersihan resor ini. Untuk memasuki kawasan air terjun ini, setiap rombongan mengenakan biaya sebesar Rp 35.000. Untuk mengunjungi air terjun ini kita akan diijinkan untuk berenang dan menikmati keindahan air terjun dari atas gunung yang tak kalah indahnya. Tentunya premisnya adalah kita tidak membuang sampah sembarangan atau mengotori area sekitar air terjun. Bagi wisatawan yang menyukai wisata air terjun tentunya ada banyak tempat yang juga wajib memberikan keindahan wisata air terjun yang ada di Indonesia.

  1. Danau Sentani

Danau ini terletak di bawah lereng Cagar Alam Gunung Cyclops, terdapat 22 “pulau” yang luasnya begitu luas sehingga bisa kita lihat dari udara saat kita naik pesawat. Untuk mengunjungi pulau-pulau tersebut, kita bisa menyewa perahu motor kecil di sebuah desa dekat danau. Terdapat 24 desa di sekitar danau ini, kita bisa membeli kerajinan tangan lokal dan mencicipi makanan lezat seperti pepaya dan olahan ikan di berbagai tempat wisata di Papua.

Salah satu pulau yang sering dikunjungi wisatawan adalah Asei yang juga menjual kerajinan khas berupa ukiran kayu dan kerajinan tangan lainnya yang juga menarik perhatian. Ada lebih dari 30 jenis ikan di sekitar danau, dan kita juga bisa melihat warga sekitar memancing dan mengolah ikan. Salah satu yang menarik adalah di bulan Juni, kita bisa menyaksikan festival musik yang menjadi daya tarik warga sekitar maupun perang dance.

  1. Danau Paniani

Pernah menduduki peringkat ke-157 danau terindah di dunia pada November 2007 lalu, pemandangan danau ini sudah tidak diragukan lagi. Untuk mencapai danau ini, Anda bisa berkendara dari kota Enarotoli, atau Anda bisa terbang dengan pesawat, yaitu naik pesawat Cessna. Banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang menyaksikan pemandangan danau saat matahari terbenam.

Kabupaten Danau Paniai terletak di daerah pegunungan, sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut, yang mendinginkan udara di sekitar danau. Bahkan di pegunungan, Danau Panjani memiliki banyak udang dan ikan. Salah satunya adalah udang selingkuh yang merupakan salah satu jenis udang khas Papua.

Selain menikmati pemandangan danau, pengunjung juga bisa menikmati aktivitas lain seperti memancing dan memancing hewan laut air tawar, atau menyewa perahu untuk menikmati pemandangan danau. Terdapat banyak fasilitas di sekitar danau, salah satunya adalah hotel, agen perjalanan, hotel, restoran, dan toko suvenir. Kami juga dapat menyewa pemandu dan menggunakan fungsi pemandu wisata untuk membantu kami bepergian.

  1. Baliem

Lembah Baliem adalah rumah bagi suku Dani, Yali dan Lani. Terletak di dekat Jayawi Jaya, salah satu gunung terindah di Indonesia. Suhu di lembah ini sangat rendah, tetapi ada baiknya untuk melihat pemandangan di sepanjang jalan. Perjalanan menuju Lembah Balim sangatlah sulit, namun kita bisa tiba dengan pesawat dari Kota Jayapura, kemudian langsung menuju kota utama Wamena di Lembah Balimum.

Pemandangan di sekitar Lembah Baliem menggambarkan peradaban Zaman Batu, dan sebagian besar tempat hanya dapat diakses dengan sepeda atau berjalan kaki. Pedesaan di sekitar lembah mungkin menjadi daya tarik wisata utama karena kita bisa menelusuri kehidupan masyarakat Bali yang masih mempertahankan citra tradisionalnya saat hiking. Satu hal yang tidak boleh dilewatkan di Wamena adalah mumi berusia 400 tahun di Akima, sekitar 20 kilometer dari Wamena.

Baca Juga: 5 Perusahaan Rokok Terbesar dan Terpopuler di Indonesia

Papua Barat

  1. Manokwari

Di Manokwari terdapat monumen Jepang untuk memperingati pendaratan pertama pasukan Jepang di Manokwari. Penduduk setempat juga punya tradisi unik menyebut ikan dengan siulan koral. Tradisi ini masih diikuti di Pantai Bakaro di pesisir utara Manokwari.

Salah satu makanan khas Manokwari dan Papua adalah papeda, atau bubur sagu. Pepaya yang dibuat dengan tepung sagu biasanya bisa dimakan sebagai pengganti nasi, atau dengan ikan dan sup kuning yang dibuat dengan tuna dan rempah-rempah tradisional. Untuk jajanan kita bisa mencoba sepiring sagu yang biasa digunakan sebagai pendamping kopi dan teh.

Banyak tempat wisata alam dan berbagai wisata air yang bisa dilihat di sekitar kawasan Manokwari. Salah satunya adalah cagar alam pegunungan Afaq yang dilindungi.Jika penduduk setempat ingin menjadikan tempat ini sebagai salah satu pemandangan terindah di dunia, itu benar.

  1. Pegunungan Arafak

Itu merupakan titik tertinggi di Papua Barat dengan ketinggian 2.940 meter. Dari puncak barisan pegunungan Arfak kita bisa melihat pemandangan kota Manokwari, terkadang pada musim dingin puncak pegunungan tersebut tertutup salju. Kalaupun bisa menemani satu atau lebih pemandu, itu bagus buat kita, jangan lupakan pantangan saat mendaki.

Di pegunungan ini, ada dua Danau Kembar. Menurut cerita masyarakat setempat, kedua danau tersebut terdiri dari kisah cinta dua orang, yang akan menjadi dua danau untuk selamanya. Di setiap telaga juga terdapat komodo jantan dan betina. Oleh karena itu, berdasarkan kisah dua ekor komodo tersebut, penduduk setempat meyakini bahwa di Danau Kembar juga terdapat jantan dan betina. Penduduk setempat menyebut danau jantan Anggi Ginji dan danau betina Anggi Gita.

  1. Cagar alam Wondiwoy

Jika kita hanya ingin berjalan-jalan atau mendaki dengan tenang sambil menikmati pemandangan, daripada sekedar bersantai di pantai, maka disinilah kita berwisata. Cagar Alam Gunung Wandivoi ini merupakan tempat yang ideal bagi kita yang suka berjalan-jalan di alam dan menikmati udara segar. Tak jauh dari kota, 5 kilometer dari Kota Manokwari, Cagar Alam Gunung Wondiwoy memiliki 147 jenis flora dan fauna.

Dari cagar alam, kita juga bisa menikmati pemandangan Teluk Cendrawasih dan Teluk Wandamen yang sangat indah. Walaupun sangat sulit untuk sampai kesana, hal tersebut dikarenakan kita harus naik pesawat Cessna untuk mencapai tengah cagar alam, namun pemandangan dan keanekaragaman flora dan fauna yang terdapat di dalamnya sebanding dengan perjalanan kita.

  1. Fakfak

Kota yang terletak di Papua Barat ini, untuk mencapai kota ini kita bisa menggunakan pesawat terbang langsung menuju Bandara Fakfak. Kota Fakfak memiliki masjid yang dibangun 200 tahun lalu dan situs tebing arkeologi di kawasan Kokas.

Bagi wisatawan yang menyukai masakan daerah, tidak ada salahnya mencoba makanan khas daerah tersebut. Salah satu makanan khas daerah Fakfak adalah manisan pala yang baik untuk tubuh. Selain itu, ada juga roti sagu matabak yang dibuat dengan cara menumbuk haluskan sagu, digoreng, dan ditambahkan gula merah.

Fakfax Papua memiliki banyak tempat wisata. Beberapa di antaranya adalah Gua Kokas, Taman Nasional Lorenz, Air Terjun Kiti Kiti, dan Pantai Patawana.

  1. Gua Kokas

Situs bersejarah di kawasan Coca-Cola ini merupakan peninggalan tentara Jepang selama Perang Dunia II. Sama sekali tidak ada penerangan di dalam gua tersebut, dan bentuknya masih terjaga, seolah-olah orang Jepang meninggalkannya. Perjalanan dari Kota Fakfak menuju Gua Gua memakan waktu kurang lebih dua jam. Gua ini merupakan tempat persembunyian, panjang 138 meter, dengan 3 bunker, panjang 4 meter, untuk diawasi oleh tentara Jepang.

 Karena minimnya sinar matahari, kita perlu membawa senter atau sumber cahaya sendiri, bahkan terkadang harus berjalan sambil meraba-raba di sekitar dinding gua. Meski jalan menuju lokasi ini sangat sulit dan kondisi di dalam goa yang cukup ekstrim, untuk memacu adrenalin walaupun berbeda dengan tempat wisata ekstrim di Indonesia pada umumnya, tempat ini memang menantang untuk memacu adrenalin. Di dalam goa ini terdapat banyak sekali ruang tidur yang semuanya dipisahkan sekat-sekat, namun sayang meleset.

  1. Taman nasional Lorents

Ini adalah taman nasional besar yang terletak di antara dua provinsi Papua dan Papua Barat. Kita bisa menikmati pemandangan alam dan vegetasi di sekitar taman. Di kawasan ini kita bisa melihat budaya asli suku Papua, seperti suku Asmat, suku Xianben, suku Dani dan suku Amgon. Untuk mencapai tempat ini, kita bisa menggunakan pesawat dari kota Timika ke arah utara taman, atau kita bisa terbang ke pelabuhan Sawa Erma (Sawa Erma).

Sebagian besar taman dengan ekosistem asli merupakan hutan yang belum pernah dijamah manusia. Penduduk lokal yang tinggal di dekat taman nasional juga berpartisipasi dalam perlindungan hutan, dan ekologi primitif hutan masih sangat primitif. Kita bisa melihat banyak spesies hewan dan tumbuhan disini. Tentunya kita harus menjaga taman nasional yang dilindungi ini tetap bersih dan asri.

  1. Air terjun Kiti Kiti

Kita bisa mengapresiasi dua objek sekaligus yaitu air terjun dan laut, karena lokasi air terjun ini langsung mengalir ke laut. Saat air surut, kita bisa mengagumi pantai yang terbentuk. Jangan lupa liburan ke pantai ya. Saat air sedang pasang, kita masih bisa menikmati indahnya air terjun dan air biru.

Kita bisa melakukan banyak aktivitas di kawasan ini, salah satunya memancing, berenang, dan snorkeling. Selain itu kita juga bisa berkemah di pulau tak berpenghuni di sekitar air terjun. Bagi kita yang suka tempat wisata yang cocok untuk backpacker, ini tempat yang ideal untuk menginap, tapi sayang masih sulit dijangkau sehingga akses ke tempat ini masih terbatas. Salah satunya dengan naik speedboat dari pelabuhan Fakfak, perjalanan memakan waktu sekitar 4 jam. Meski begitu, pemandangan tersebut sepadan dengan waktu kita untuk mencapai air terjun tersebut.

  1. Pantai Patawana

Pantai berpasir putih ini tidak terlalu jauh dari pusat kota. Jaraknya 30 kilometer dari pusat kota dan dapat dicapai dalam satu jam dengan mobil. Pesona utama Pantai Patawana adalah ekosistem pantainya yang masih terlindungi dengan baik, ditambah lagi dengan satwa di sekitar pantai yang bisa berkeliaran dengan leluasa, pasir putih merah pucat, air biru biru dan deretan pohon kelapa. Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan, salah satunya adalah snorkeling, diving dan surfing. Untuk berselancar dan menikmati ombak, kita bisa datang ke pantai ini mulai bulan Agustus hingga September.

  1. Raja Ampat

Raja Ampat awalnya merupakan satu kesatuan di bawah Kabupaten Sorong, dan baru pada tahun 2004 menjadi daerah Raja Ampat. Pulau dengan pemandangan bawah laut yang indah ini terkenal oleh banyak wisatawan lokal maupun mancanegara, dan dianggap sebagai salah satu kawasan terindah di warisan dunia.Untuk mencapai dan berjalan-jalan di sekitar pulau ini kita bisa naik perahu atau menginap di Raja Ampat. Salah satu resor di pulau itu. Tempat yang indah ini tidak diragukan lagi menjadi tujuan bulan madu yang sangat cocok untuk anak muda maupun pasangan, dan sangat cocok sebagai tujuan wisata anak muda.

Meski banyak para penyelam yang memilih pulau ini sebagai destinasi favoritnya karena banyaknya jenis terumbu karang dan hewan laut, masih banyak objek wisata lain di Raja Ampat selain keindahan bawah lautnya. Salah satunya adalah pantai berpasir putih, pulau karst, dan flora dan fauna surgawi seperti surga dan anggrek.

Salah satu daya tarik Pulau Raja Ampat adalah warisan budaya prasejarahnya. Berada di area cluster Misool, terdapat handprint di dinding batu. Jejak tangan ini diyakini berumur 50.000 tahun, sangat dekat dengan permukaan laut dan bukan di dalam gua. Selain itu, ada bangkai pesawat yang tenggelam akibat Perang Dunia II di Pulau Wight.

Itulah 15 tempat wisata di Papua dan Papua Barat. Keindahan alam dan keanekaragaman budaya yang kita nikmati di Papua tidak ada duanya. Meski memiliki kelebihan dari segi pemandangan dan keindahannya, seperti tempat wisata lainnya, tempat wisata Papua tentunya memiliki kekurangan. Yang penting kita selalu menjaga kebersihan dan keindahan alam.