Laporan Dari Departemen Tenaga Kerja AS Meredakan Ancaman Resesi

Laporan Dari Departemen Tenaga Kerja AS Meredakan Ancaman Resesi – Pada bulan September 2019 tingkat pengangguran di Amerika Serikat turun hingga ke level terendah dalam 50 tahun terakhir. Laporan dari Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat pada bulan Oktober 2019 telah meredakan Amerika dari ancaman resesi walaupun para ekonom masih berhati-hati dalam melihat data-data tersebut. Dari laporan tersebut dikatakan bahwa lapangan kerja non pertanian pada bulan September 2019 bertambah sebesar 136.000, walaupun di bawah ekspektasi namun tingkat pengangguran turun hingga ke level 3,5% yang menjadi angka terendah sejak Desember 1969.

Seorang ekonom FTN Financial, Chris Low mengatakan bahwa laporan ketenagakerjaan tersebut lumayan lebih baik dari yang diperkirakan, namun masih belum bisa dikatakan bagus. Berbeda dengan Lawrence Yun, seorang ekonom National Association of Realtors mengatakan bahwa laporan tersebut cukup melegakan. Namun ia tetap mengingatkan bahwa penyerapan tenaga kerja masih tertinggal bila dibandingkan dengan indikator ekonomi lainnya.

Bagi Gedung Putih, laporan ketenagakerjaan tersebut menggembirakan walaupun kekhawatiran akan resesi tidak bisa hilang begitu saja apabila mengingat bahwa Presiden Donald Trump masih terlibat dalam perang dagang dengan Cina. Bila melihat dari segi nilai tukar USD, nilai tukar USD terus meningkat namun terjadinya perlambatan ekonomi secara global mengakibatkan perdagangan Amerika defisit pada bulan Agustus 2019. Konflik perdagangan antara Amerika dengan Cina memberikan dampak buruk terhadap pertumbuhan ekspor Amerika.

Donald Trump selaku Presiden Amerika meluapkan kegembiraannya dengan data ketenagakerjaan tersebut. Dengan pencapaian dalam bidang ekonomi tersebut diharapkan dapat melindungi Trump dari upaya pemakzulan. Akan tetapi, laju jumlah lapangan kerja bulan September 2019 mencapai jumlah terendah dalam 4 bulan terakhir. Begitu juga dengan nilai upah pekerja yang turun. Bahkan angkatan kerja pada sektor manufaktur turun untuk kedua kalinya di 2019.

Jumlah lapangan kerja baru sejumlah 136.000 yang berada di bawah ekspektasi telah menunjukkan bahwa terjadi perlambatan dalam sektor pemerintahan, pendidikan, jasa dan keuangan. Sedangkan lapangan kerja baru yang dibuka oleh situs di bulan Agustus 2019 naik menjadi 168.000, lebih banyak dari laporan sebelumnya. Akan tetapi dengan tersendatnya pertumbuhan bisnis di Amerika akibat perang dagang dengan Cina membuat perekrutan karyawan baru menjadi lebih lambat, terutama untuk kedepannya. Hal ini akan terus berlanjut selama perang dagang masih terjadi dan belum ada penyelesaian.

Pada laporan terpisah yang dikeluarkan Departemen Perdagangan Amerika Serikat menunjukkan terjadinya defisit perdagangan hingga 1 miliar USD di bulan Agustus 2019. Hal ini disebabkan karena rendahnya permintaan luar negeri akibat perang dagang pertumbuhan ekspor Amerika. Pada sisi lain, dengan menguatnya nilai USD, produk-produk impor terus meningkat, mulai dari produk konsumsi hingga peralatan industri. Dari data terlihat nilai impor naik sebanyak 0,2%.