Sat. Sep 18th, 2021
Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Pemerintah dalam Pengembangan SDM

Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Pemerintah dalam Pengembangan SDM – Sumber Daya Manusia merupakan salah satu kunci pendorong pertumbuhan ekonomi. Semakin berkualitas SDM sebuah negara, maka akan semakin maju negara tersebut. Untuk itu, kebijakan peningkatan kualitas SDM diperlukan agar bisa menaklukkan persaingan global.

Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Pemerintah dalam Pengembangan SDM

Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Pemerintah dalam Pengembangan SDM

workforce3one – Menurut Airlangga, Saat ini Pemerintah sedang mendorong kawasan ekonomi khusus untuk pendidikan yang terdapat di Serpong. Pihaknya juga mengkonfirmasi adanya kerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi Monash University dan Apple Academy.

Baca juga : SDM Jadi Kunci Penting Rantai Pasok Nasional dan Kemajuan Logistik

Pada tahap pertama Monash University akan menyiapkan program pendidikan tinggi yang berkonsentrasi pada ekonomi digital. “Dua-duanya berada di Serpong yang memang sudah Pemerintah siapkan menjadi kawasan khusus pendidikan,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menjadi narasumber kuliah umum di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Jakarta (28/02).

Dari penuturan Airlangga, Pemerintah menginginkan “kawah candradimuka” dalam bentuk universitas-universitas yang berkelas dunia. Menurutnya, saat ini universitas di Indonesia seluruhnya berada pada rata-rata 300 terbaik di dunia. Mengutip perkataan Presiden, kuncinya adalah kecepatan.

“Jika untuk masuk ke 100 itu membutuhkan infrastruktur, waktu dan dukungan yang lebih besar. Maka, lebih baik univeristas yang 100 terbaik kita datangkan ke Indonesia,” imbuhnya.

Kota Iskandar, Malaysia dapat mendatangkan 6 universitas kelas dunia dan Singapura terdapat sekitar 8 hingga 9 universitas kelas dunia. “Masa 1 universitas kelas dunia pun tidak ada yang mampir ke Indonesia?,” ujar Menko Airlangga.

Dalam kesempatan ini Airlangga menjelaskan bahwa dalam RUU Cipta Kerja diatur ketentuan agar universitas mancanegara dapat beroperasi di Indonesia. Dengan kebijakan yang ada pada RUU Cipta Kerja diharapkan agar beberapa universitas kelas dunia dapat masuk ke Indonesia. “Di ibu kota baru kita punya target akan ada 10 universitas kelas dunia,” imbuhnya.

Pemerintah menginginkan agar tidak hanya kelas menengah ke atas yang dapat sekolah diluar negeri. Sehingga knowledge gap antara masyarakat menengah ke atas dengan masyarakat pada umumnya tidak terlalu jauh. “Dengan keberadaan world class university, diharapkan lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang mendapatkan pendidikan terbaik,” tutur Airlangga.

Kaitannya dengan proyek Ibu Kota Negara baru, Airlangga menuturkan bahwa daya tarik kota salah satunya adalah universitas dan rumah sakit. Oleh karena itu, pihaknya menegaskan bahwa dalam RUU Cipta Kerja telah dibahas klaster Ibu Kota Negara baru salah satunya adalah ketentuan mengenai universitas, rumah sakit, dan finansial center. “Dengan demikian kotanya menjadi livable city,” ujar Menko Airlangga.

Airlangga juga menuturkan bahwa dengan RUU Cipta Kerja, tenaga ahli dengan profesi peneliti akan diberikan kemudahan bekerja di Indonesia hanya dengan visa dan penugasan. “Kita ingin mendorong proses inkubasi belajar dengan yang terbaik,” imbuhnya.

————

Kuatkan Kerja Sama Pemerintah dan Pelaku Industri untuk Tingkatkan Kapasitas SDM Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri rangkaian kegiatan pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) tahun 2020 di Davos-Swiss. Pada rangkaian pertemuan yang berlangsung 21 s.d. 24 Januari 2020 ini, Menko Airlangga berperan sebagai panelis, kontributor, dan menyampaikan remarks pada sejumlah sesi diskusi panel. WEF tahun ini mengambil tajuk “Stakeholders for a Cohesive and Sustainable World”.

Di hari pertama (21/1), Menko Airlangga mengawali kegiatan dengan sesi diskusi mengenai “Future of Education: A New Agenda for Action”. Ia menyampaikan lima prioritas Pemerintah Indonesia pada periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi, yakni: (i) pengembangan sumber daya manusia, secara spesifik reformasi sistem pendidikan; (ii) pembangunan infrastruktur; (iii) penyederhanaan regulasi; (iv) penyederhanaan birokrasi; (v) transformasi ekonomi.

“Salah satu tantangan utama dalam human capital development adalah upgrading the skills of the teachers. Untuk itu, saat ini Pemerintah RI tengah melakukan pelatihan untuk sekitar 2 juta tenaga pengajar per tahun,” terangnya.

Dalam konteks tersebut, Menko Airlangga mengundang 2 (dua) perusahaan yang telah memiliki program human capital development yang cukup baik, yakni Lego dan Infosys untuk melakukan investasi di Indonesia, terutama dalam pendirian skills training institutions.

Sebagai langkah konkret dalam menciptakan kolaborasi antara industri dan pemerintah, Pemerintah RI pada pertengahan tahun 2019 telah meluncurkan insentif Super Tax Deduction, melalui pengurangan penghasilan bruto 200-300% dari jumlah biaya yang dikeluarkan industri untuk kegiatan pengembangan vokasi dan pelatihan serta research and development di Indonesia.

“Penguatan kerja sama antara pemerintah dan industri diharapkan dapat meningkatkan sistem pendidikan vokasi dan training serta mendorong research and development di Indonesia,” lanjut Airlangga.

Menko Perekonomian juga menjadi panelis dalam acara Grab Private Lunch yang mengambil tema “Technology as a Force for Good”. Dihadiri pendiri Grab, Anthony Tan, Airlangga menekankan beberapa rencana Pemerintah RI untuk menciptakan ibu kota negara baru yang ramah lingkungan dan tech-friendly, seperti integrasi electric vehicle (EV) dan automatic vehicle (AV) sebagai alat transportasi utama.

Airlangga juga menekankan bahwa teknologi bermanfaat sebagai alat untuk leapfrogging guna mengimplementasikan Industri 4.0. Namun demikian, tantangan utama yang timbul adalah mengenai perlindungan informasi dan data.

”Untuk itu, Pemerintah bertekad untuk menjamin keamanan data masyarakat, salah satunya dengan menempatkan pusat pengelolaan data di Indonesia,” tegasnya.

Selain menjadi pembicara dalam sejumlah diskusi panel, Menko Airlangga juga mengadakan pertemuan bilateral untuk membahas peluang kerja sama ekonomi.

Pertemuan bilateral yang diadakan Menko Airlangga di antaranya dengan Traveloka, Hyundai Motor, Menteri Ekonomi dan Perencanaan Arab Saudi, dan General Electric Global Growth Organization.

Pada kesempatan yang sama, bersama dengan Menteri Kabinet Indonesia Maju yang hadir dalam WEF Davos 2020, Menko Airlangga melakukan pertemuan dengan Prof. Klaus Schwab, Founder and Executive Chairman WEF untuk membahas dukungan yang dapat diberikan WEF kepada Indonesia dan rencana pelaksanaan WEF on ASEAN yang akan dilaksanakan di Jakarta pada bulan Juni 2020.

Pada gelaran WEF Davos 2020, Pemerintah Indonesia juga membuka Indonesia Pavilion yang bertujuan untuk memperkuat country branding Indonesia serta mempromosikan peluang pada sektor-sektor unggulan dan prioritas nasional.